GIIIPPPPPPPPPPPP
FLORA DAN FAUNA YANG ADA DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
Ajan Kelicung (Kayu Hitam Nusa Tenggara)
Ajan Kelicung (Kayu Hitam Nusa Tenggara)

Pohon ajan kelicung yang
dijadikan flora identitas provinsi Nusa Tenggara Barat, selain di Nusa Tenggara
di Indonesia juga didapati di Jawa, Sumatera, Kalimantan,
Sulawesi, Papua hingga Filipina. Habitat yang disukai tanaman ini adalah daerah
basah dengan curah hujan yang baik sehingga banyak dijumpai hidup di tepi
sungai, di tanah datar yang tidak tergenang air, tanah liat, tanah pasir
maupun tanah berbatu dalam hutan asli. Tumbuhan yang mampu hidup hingga
ketinggian 800 meter dpl dan berbunga musiman pada bulan April hingga Oktober
ini dapat diperbanyak dengan biji. Manfaat. Meskipun buah
ajan kelicung (Diospyros macrophylla) dapat dikonsumsi tetapi
pemanfaatan tanaman ini lebih kepada kayunya yang berkualitas baik. Kegunaan
kayu hitam ini sebagai bahan pembuat perabot rumah tangga, bahan jembatan,
bahan bangunan, kapal, patung, ukiran, kerajinan tangan hingga finir. Eksploitasi
tumbuhan bernilai ekonomis tinggi ini membuat ajan kelicung atau kayu hitam (Diospyros
macrophylla) menjadi tumbuhan yang terancam kelestariannya. Semoga dengan
ditetapkannya sebagai flora identitas (tumbuhan khas) Nusa Tenggara Barat, ajan
kelicung mendapatkan perhatian untuk dilestarikan.
Rusa Timor
Rusa Timor (Cervus
timorensis) merupakan salah satu rusa asli Indonesia
selain rusa bawean, sambar, dan menjangan. Rusa timor yang mempunyai nama latin Cervus
timorensis diperkirakan asli berasal dari Jawa dan Bali, kini
ditetapkan menjadi fauna identitas provinsi Nusa Tenggara Barat
(NTB). Rusa Timor sering juga disebut sebagai rusa jawa. Dalam
bahasa Inggris, rusa timor mempunyai beberapa sebutan seperti Javan Rusa, Javan
Deer, Rusa, Rusa Deer, dan Timor Deer. Sedangkan dalam bahasa latin (ilmiah)
binatang ini disebut sebagai Cervus
timorensis yang mempunyai beberapa nama sinonim seperti Cervus
celebensis (Rorig, 1896), Cervus hippelaphus (G.Q.
Cuvier , 1825 ), Cervus lepidus (Sundevall, 1846), Cervus
moluccensis (Quoy & Gaimard, 1830), Cervus peronii (Cuvier,
1825), Cervus russa(Muller & Schlegel, 1845), Cervus
tavistocki (Lydekker, 1900), Cervus timorensis(Blainville,
1822), dan Cervus tunjuc (Horsfield, 1830).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar